Categories: Berita Riset dan Kajian Survei Lapangan

Warga Jabar Kehendaki Gubernur dari Perguruan Tinggi

“….mereka memilih wakil dari bakal calon yang berlatar belakang pesantren karena dari 17 nama hasil survei muncul sejumlah nama yang berlatar belakang dari pesantren karena berasal dari partai Islam

Adapun profile responden yang diambil, tingkat pendidikan: SD & Sederajat (11,93%), SMP & Sederajat 13,99%, SMA & Sederajat 44,05%, Diploma 3,50%, Sarjana 23,70%, Magister 2,42%, Doktor 0,40%. Usia : 16-25 tahun 18,08%, 25-30 tahun 26,04%, 30-40 tahun 28,38%, 40 tahun ke atas 17,60%. Jenis kelamin: 41% perempuan dan 59% laki-laki. Profesi : Guru/ Dosen/ Ustadz : 18,99%, Buruh/ karyawan /pegawai : 24,09%, Pelajar/ Mahasiswa: 19,90%, Padagang/ Pengusaha/ Wiraswasta: 23,69%, Lain-lain (penganggur/Ibu RT dsb) : 13,32%.

Menurut Ketua Divisi Pendidikan dan Penelitian JMPD, Dr. Andang Saehu,M.Pd., kajian Tim Peneliti atas hasil survei dilakukan dengan memadukan pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui observasi dan wawancara. Penyebaran angket dalam metode survei menghasilkan angka- angka kuantitatif, sedangkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti menghasilan catatan pernyataan-pernyataan yang memperkuat data kuantitatif. “Keduanya menjadi bahan analisa tim kami,” tambah Andang Saehu.

Dipaparkan Andang Saehu, berdasarkan analisa tim peneliti hasil mix dari data kuantitatif dan kualitatif tersebut terdapat figur-figur bakal calon Gubernur Jawa Barat yang memenuhi krietria berlatar belakang perguruan tinggi alih-alih dosen dari perguruan tinggi dari lima besar hasil survei (Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, Dede Yusuf, Dedi Mulyadi, dan Iwan Karniwa), yakni Ridwan Kamil (Walikota Bandung dosen ITB) dan Iwa Karniwa (Sekretaris Daerah yang juga dosen di Program Pascasarjana sejumlah perguruan tinggi: Pascasarjana UIN Bandung, Pascasarjana Unpad, Unwim dan Universitas Sangga Buana). Namun, jika berasal dari perguruan tinggi diidentifikasi sebagai bakal calon yang berpendidikan tinggi, Iwa Karniwalah yang tingkat pendidikannya paling tinggi bergelar Doktor atau S-3.

Namun, Iwa Karniwa akan lebih unggul lagi karena 25,6% dari 5.000 responden menghendaki juga Gubernur Jabar 2018-2013 dari kalangan birokrat. Sebagaimana dilansir oleh sejumlah media, menurut Prof. Dr. Asep Warlan Yusup, satu-satunya bakal calon Gubernur Jawa Barat yang muncul ke permukaan dari birokat tulen, sudah bekerja lebih dari 32 tahun sebagai birokrat adalah Iwa Karniwa. Kendati Dedi Mulyadi pun hampir dua periode (10 tahun) memimpin Purwakarta, Ridwan Kamil hampir 5 tahun menjadi Walikota, Deddy Mizwar hampir lima tahun menjadi Wakil Gubernur, dan Dede Yusup 5 tahun menjadi Wakil Gubernur dan anggota DPR RI. “Tapi jabatan mereka itu jabatan politis, bukan birokrat murni,” tambah Andang.

Deddy Mizwar  dapat  juga  diunggulkan  karena  2,1%  responden  menghendaki Gubernur Jawa Barat 2018-2023 berasal dari artis. Yang juga membuat Deddy Mizwar dapat dikategorikan memiliki keunggulan karena 15,4% responden menghendaki Gubenur Jawa Barat 2018-2023 berasal dari Pesantren. Dengan peran Deddy Mizwar pada sejumlah sinetron sebagai orang yang paham agama, sangat memungkinkan responden menilai ia masuk pada wilayah dari kalangan pesantren. “Kendati tentang latar belakang berasal dari pesantren dapat diindentifikasi bakal calon yang lebih dekat dengan pesantren atau dengan para ulama dan santri. Kita lihat saja mana di antara mereka yang dekat dengan para ulama atau bisa saja mereka memilih wakil dari bakal calon yang berlatar belakang pesantren karena dari 17 nama hasil survei muncul sejumlah nama yang berlatar belakang dari pesantren karena berasal dari partai Islam,” papar Andang panjang lebar.

Selain mengungkap tentang latar belakang   bakal calon, survei JMPD pun mengungkap tindakan atau kondisi calon Gubernur Jawa Barat yang akan menumbuhkan rasa simpati responden, sehingga akan memutuskan untuk memilih. Dengan responden 5.000 dan angket yang masuk 99,3%, sebesar 30,3% responden menghendaki calon melakukan silaturahmi langsung, 28,3% responden menghendaki orang Jawa Barat asli, yang berpendidikan tinggi 23,3%, memberikan barang langsung 15%, dan yang memberikan uang langsung 2,2%.

Nampaknya, menurut Andang Saehu, hasil survei ini pun menunjukkan relevansi dengan hasil survei di atas bahwa responden menghendaki Gubernur Jawa Barat berasal dari perguruan tinggi alih-alih berpendidikan tinggi. Hal itu cukup menggembirakan karena dapat diidentifikasi bahwa responden adalah pemilih yang cerdas, sehingga menghendaki Gubernur berpendidikan tinggi. Selain itu, realitas itu pun memberikan peluang kepada orang-orang perguruan tinggi untuk turun gunung ikut meramaikan bursa bakal calon Gubernur Jawa Barat, seperti halnya Anis Baswedan yang kini menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Ketika mensurvei tentang siapa yang paling berpengaruh terhadap responden dalam memilih Gubernur Jawa Barat, hasil survei menunjukkan bahwa pengaruh keluarga 47,3%,diri sendiri 28,8%, pengurus partai politik 6,8%, guru/dosen 4,9%, teman kerja 4,2%, tetangga 2,8%, RT/RW/Kepala Desa 2,2%, tokoh agama 1,7%, atasan 1,2%, 0,1 persen lainnya. ***

Download Press Release

Recent Posts

  • Riset dan Kajian
  • Survei Daring

Survei Daring: Perpindahan Ibu Kota Jawa Barat

Survei ini dilakukan untuk melihat aspirasi masyarakat terkait perpindahan Ibu Kota Jawa Barat. Read More

2 months ago
  • Riset dan Kajian
  • Survei Daring

Survei Daring: RUU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Jika Anda memiliki alasan dapat ditulis di kolom komentar Read More

2 months ago